Pengkaji:
Fredrik Van Des Rani Siahaan
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, dan Kepala Eksekutif
Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon merangkap Anggota
Dewan Komisioner OJK, Inarno Djajadi, memberikan keterangan pers kepada awak
media terkait pengunduran diri Iman Rachman dari kursi Direktur Utama Bursa
efek Indonesia (BEI). Hadir juga Direksi BEI. Stockwatch (2026).Lima orang pejabat pasar modal mundur dalam satu hari yang sama pada Jumat, 30 Januari 2026, peristiwa ini mengirimkan gelombang kejut ke seluruh sektor keuangan nasional. Pengunduran massal ini dipelopori oleh Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, yang kemudian diikuti secara serentak oleh empat petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aksi kolektif ini terjadi tepat di tengah gejolak pasar yang menempatkan kredibilitas otoritas keuangan Indonesia dalam sorotan tajam dunia internasional.
Petinggi OJK yang turut melepaskan jabatannya
meliputi figur-figur paling berpengaruh, di antaranya Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar, Kepala
Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, Deputi Komisioner Ida Bagus Aditya Jayaantara, serta Wakil Ketua
Dewan Komisioner OJK Mirza
Adityaswara. Meski begitu, pihak OJK melalui keterangan resminya
menjamin bahwa fungsi pengawasan dan stabilitas sektor jasa keuangan nasional
tidak akan lumpuh dan tetap berjalan sesuai mandat undang-undang demi menjaga
kepercayaan publik.
Alasan Pengunduran Diri
Keputusan dramatis ini secara resmi disebut
sebagai bentuk tanggung
jawab moral atas volatilitas ekstrem yang melanda pasar modal dalam dua
hari terakhir. Dalam keterangannya di Media Center BEI, Iman Rachman menyatakan bahwa langkah
mundurnya merupakan upaya terbaik untuk memberikan ruang bagi perbaikan pasar
modal Indonesia yang tengah tertekan akibat anjloknya indeks secara beruntun.
Meskipun narasi resmi menitikberatkan pada
aspek etika kepemimpinan, Mahendra
Siregar menegaskan bahwa langkah ini diambil semata-mata untuk menjaga
integritas institusi otoritas jasa keuangan. OJK kini berupaya keras meyakinkan
publik internasional bahwa proses transisi kepemimpinan ini tidak akan mengganggu
fungsi regulasi dan
pengawasan yang menjadi tulang punggung stabilitas ekonomi nasional,
terutama di tengah ancaman ketidakpastian pasar global.
Tangapan Mentri Keuangan
Indonesia
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi dukungan atas mundurnya Iman Rachman dari kursi Direktur Utama BEI. Langkah tersebut dipandang sebagai respons positif dan bentuk pertanggungjawaban nyata atas runtuhnya IHSG selama dua hari berturut-turut. "Saya pikir sih positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang timbul di bursa kemarin," tegas Purbaya di Wisma Danantara, Jumat (30/1/2026).
Menurut
Purbaya, Iman Rachman telah melakukan kesalahan fatal dengan tidak menindaklanjuti
laporan strategis dari Morgan
Stanley Capital International (MSCI). Kelalaian ini mengakibatkan IHSG anjlok tajam karena
adanya persoalan ketentuan free float yang berisiko menurunkan peringkat
BEI dari kategori emerging market "Dia tidak mem-follow-up
masukan MSCI. Kesalahan itu fatal karena bisa merusak persepsi stabilitas
ekonomi nasional yang selama ini kami bangun dengan sungguh-sungguh,"
lanjutnya.
Dampak Strategis dan Optimisme Pasar
pemerintah memandang peristiwa ini bukan
sebagai krisis, melainkan sebagai kesempatan strategis untuk melakukan reformasi struktural di
tubuh BEI dan OJK. Perombakan kepemimpinan ini dipandang sebagai langkah konkret untuk
mencegah efek penularan (contagion effect) terhadap fundamental ekonomi
makro. Menteri Keuangan bahkan menyatakan optimisme tinggi bahwa pasar akan
segera berbalik arah
(rebound) dan menyarankan para investor untuk memanfaatkan momentum
koreksi ini sebagai peluang
beli (buy the dip) karena yakin pasar akan membaik dalam waktu
dekat.
Melalui pengunduran diri massal ini, pasar modal diharapkan akan memiliki mekanisme pengawasan yang lebih disiplin dan transparan, terutama dalam merespons masukan dari lembaga pemeringkat internasional. Kini, pelaku pasar menantikan sosok pengganti yang memiliki kompetensi tinggi untuk menavigasi bursa keluar dari gejolak ini, sekaligus memastikan standar operasional pasar modal Indonesia kembali sejajar dengan ekspektasi investor global.
Daftar pustaka
Ariesta, A. (2206). Purbaya soal Kondisi Pasar
Modal RI Saat Ini: Investor Saatnya Serok. IDX Channel.
https://www.idxchannel.com/market-news/purbaya-soal-kondisi-pasar-modal-ri-saat-ini-investor-saatnya-serok/all
Hannany,
Z. (2026). Tiga pejabat OJK mundur, reformasi pasar modal dimulai? IDN
Financials.
https://www.idnfinancials.com/id/news/60917/tiga-pejabat-ojk-mundur-reformasi-pasar-modal-dimulai
Indraini,
A. (2026). Bos BEI Mengundurkan Diri, Kesalahan Fatalnya Terkuak! Detik
Fnance.
https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8333740/bos-bei-mengundurkan-diri-kesalahan-fatalnya-terkuak
Puspadini,
M. (2026). Ini Alasan 3 Bos OJK Ikut Dirut Bursa Mundur dari Jabatan.
CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/market/20260130184511-17-706854/ini-alasan-3-bos-ojk-ikut-dirut-bursa-mundur-dari-jabatan
Komentar
Posting Komentar