AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro, Dunia Internasional Pertanyakan Legalitasnya: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Pengkaji:

  1. Alya Farhana
  2. Izzaya Latifa Rahma
Amerika Serikat serang venezuela, Nicolás Maduro ditangkap. Bloomberg Technoz (2026), diolah dari berbagai sumber. 

Dunia internasional tengah dihebohkan oleh aksi militer skala besar yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026. Operasi tersebut berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Pemerintah Amerika Serikat menuding keduanya terlibat dalam jaringan terorisme dan peredaran narkotika lintas negara.

Selain tuduhan kriminal lintas negara, Amerika Serikat juga menyatakan bahwa operasi ini bertujuan menstabilkan Venezuela sekaligus mengamankan sektor strategis, terutama industri minyak.  Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut bahwa Amerika Serikat akan membantu “mengelola” sektor energi Venezuela untuk sementara waktu hingga situasi politik dianggap stabil. Pernyataan ini sontak menjadi sorotan, karena Venezuela dikenal sebagai salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Dengan demikian, operasi militer ini tidak hanya dipandang sebagai isu keamanan, tetapi juga dikaitkan dengan kepentingan ekonomi dan energi global.

Alasan Amerika Serikat Menyerang Venezuela

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut krisis migrasi sebagai salah satu alasan utama di balik serangan tersebut. Menurut Trump, kondisi ekonomi dan politik Venezuela telah mendorong jutaan warganya meninggalkan negara itu dan berkontribusi pada meningkatnya arus migran menuju perbatasan Amerika Serikat.

Sejak krisis ekonomi melanda Venezuela pada 2013, jutaan warga dilaporkan meninggalkan negaranya dan menyebar ke berbagai negara di kawasan Amerika Latin. Trump mengaitkan situasi tersebut dengan tekanan sosial dan keamanan yang kini dihadapi Amerika Serikat. Trump juga menuding, tanpa disertai bukti publik yang terverifikasi, bahwa pemerintah Venezuela sengaja membebaskan narapidana serta pasien rumah sakit jiwa sebagai bagian dari skema migrasi massal ke Amerika Serikat.  

Alasan lain yang dikemukakan Trump adalah dugaan keterlibatan Venezuela dalam jalur penyelundupan narkotika, termasuk kokain dan fentanil. Trump menilai aktivitas tersebut berkontribusi pada krisis narkoba yang telah menelan banyak korban jiwa di Amerika Serikat.

Tanggapan Pemerintah Venezuela

Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil pada Sabtu (3/1) mengecam keras operasi militer ini dan menilai langkah Amerika Serikat sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Penangkapan Presiden Maduro dinilai sebagai tindakan ilegal yang tidak memiliki dasar hukum internasional. Di dalam negeri, situasi politik kini memasuki babak baru. Pemerintahan sementara yang mengambil alih sebagian fungsi eksekutif menyatakan akan menjaga stabilitas nasional dan membuka ruang dialog politik.

Meski demikian, ketidakpastian masih terasa. Sebagian masyarakat menyambut optimisme perubahan, sementara sebagian lainnya cemas terhadap risiko konflik dan ketidakpastian ekonomi. Sektor minyak yang menjadi tulang punggung ekonomi Venezuela kini berada dalam sorotan dunia internasional dan berpotensi memengaruhi situasi ekonomi negara tersebut dalam jangka pendek.

Reaksi Dunia Internasional dan PBB

Di tingkat internasional, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, melalui juru bicaranya pada Sabtu, menyatakan bahwa operasi militer Amerika Serikat ini dinilai telah menciptakan “preseden” atau tindakan yang berpotensi menjadi contoh bagi negara lain di masa depan yang berbahaya dalam tatanan global. Menurutnya, tindakan tersebut dapat membuka peluang bagi negara-negara lain untuk melakukan intervensi sepihak tanpa dasar hukum internasional yang jelas.

Beberapa negara seperti Spanyol, China, dan Rusia secara terbuka mengecam tindakan Amerika Serikat dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional. Negara-negara Amerika Latin seperti Brasil, Meksiko, dan Chile pun ikut  menyuarakan kekhawatiran bahwa tindakan sepihak tersebut dapat mengganggu stabilitas kawasan.

Meski menuai kritik luas, sejumlah pengamat mencatat bahwa posisi Amerika Serikat sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan memiliki hak Veto memungkinkan negara tersebut menghalangi upaya internasional untuk menuntut pertanggungjawaban hukum.

Dampak Global

Kasus ini tidak hanya berdampak pada kondisi politik Venezuela, tetapi juga pada perekonomian global. Sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, setiap gangguan terhadap stabilitas Venezuela dapat memengaruhi pasokan energi global. Pasar minyak internasional pun dilaporkan bergerak fluktuatif akibat meningkatnya risiko geopolitik.

Selain sektor energi, investor global juga mencermati perkembangan ini karena berpotensi memengaruhi arus modal internasional, perdagangan, dan nilai tukar di negara-negara tertentu. Dalam jangka panjang, tindakan sepihak lintas negara seperti ini dikhawatirkan dapat memperbesar ketidakpastian terhadap tatanan hukum dan politik global.

Bagi Indonesia, dampak langsung dari krisis ini kemungkinan lebih terasa pada sektor ekonomi dibanding politik. Fluktuasi harga minyak dunia berpotensi memengaruhi biaya impor energi, harga bahan bakar, dan stabilitas fiskal dalam negeri. Selain itu, sebagai negara yang menjunjung prinsip kedaulatan dan non-intervensi, Indonesia pada umumnya mendorong penyelesaian damai melalui jalur diplomasi internasional. Perkembangan situasi di Venezuela juga menjadi perhatian dalam konteks hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara Amerika Latin yang kini semakin berkembang.

Pada akhirnya, penangkapan Nicolás Maduro melalui operasi militer lintas negara bukan hanya menjadi isu politik antara Amerika Serikat dan Venezuela, tetapi juga menguji batas-batas hukum internasional serta masa depan tatanan global. Dunia kini menantikan langkah lanjutan komunitas internasional dalam merespons situasi ini, sekaligus memastikan bahwa upaya penegakan hukum tidak mengorbankan prinsip kedaulatan dan perdamaian global.

Daftar Pustaka

 AFP. (2026). “Assault on sovereignty”: World reacts to US strike on Venezuela. GeoNews. https://www.geo.tv/latest/643032-assault-on-sovereignty-world-reacts-to-us-strike-on-venezuela

 Iswara, A. J. (2026). 2 Alasan Kenapa Amerika Tangkap Maduro dan Serang Venezuela. Kompas.Com. https://internasional.kompas.com/read/2026/01/04/051500670/2-alasan-kenapa-amerika-tangkap-maduro-dan-serang-venezuela

 Iyabu, A. F. (2026). Pemerintahan Sementara Venezuela Tegaskan Bersatu di Belakang Presiden Maduro. Voi.Id. https://voi.id/berita/548551/pemerintahan-sementara-venezuela-tegaskan-bersatu-di-belakang-presiden-maduro

 McDermid, B. (2026). UN chief António Guterres warns of wider instability following US operation in Venezuela. ABC.Net. https://www.abc.net.au/news/2026-01-06/un-security-council-meets-to-discuss-us-attack-on-venezuela/106201850

 Nichols, M. (2026). Legality of US capture of Venezuela’s Maduro in focus at United Nations. Reuters. https://www.reuters.com/world/americas/legality-us-capture-venezuelas-maduro-focus-united-nations-2026-01-04/

 Permana, R. H. (2026). Trump Akan Kelola Minyak Venezuela di Masa Transisi Usai Tangkap Maduro. DetikNews. https://news.detik.com/internasional/d-8291075/trump-akan-kelola-minyak-venezuela-di-masa-transisi-usai-tangkap-maduro

 Reuters. (2026). Spain “strongly condemns” violation of international law in Venezuela, PM says. Reuters. https://www.reuters.com/world/americas/spain-strongly-condemns-violation-international-law-venezuela-pm-says-2026-01-04/

 Riswan, K. K. (2026). Venezuela kecam keras agresi AS, aktifkan sistem pertahanan menyeluruh. Antaramews Jatim. https://jatim.antaranews.com/berita/1019251/venezuela-kecam-keras-agresi-as-aktifkan-sistem-pertahanan-menyeluruh

 

 

Komentar