Ditulis oleh : Tasya Zavila, Rifqi Hanan, Debyta Yananta Sari dan Lazuardi Fadly
Tahun politik adalah tahun dimana digelarnya pemilihan umum (pemilu) yang mencakup pemilihan presiden (pilpres), pemilihan legislatif (pileg), serta pemilihan kepala daerah (pilkada) secara serentak. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, total anggaran tersebut diberikan secar bertahap, pada tahun 2022 tercatat anggaran pemilu sebesar Rp 3,1 triliun, pada 2023 sebesar Rp 30 triliun, serta pada 2024 sebesar Rp 37,4 triliun. Bendahara negara tersebut memerinci realisasi anggaran pemilu tahun ini sampai dengan 19 September mencapai Rp 14 triliun atau 30 persen dari pagu anggaran yang sebesar Rp 46,7 triliun.
Ahli
ekonomi memprediksi akan terjadi pelemahan investasi pada saat gelaran
Pemilihan Umum 2024. Meski begitu, sektor konsumsi diprediksi cenderung
meningkat dengan banyaknya belanja para calon legislatif (caleg). Chief
Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan merujuk pada data gelaran Pemilu
di masa-masa sebelumnya, pertumbuhan investasi cenderung melandai di tahun
politik. Tahun politik sering kali dianggap sebagai periode yang menentukan
bagi ekonomi suatu negara. Indonesia, sebagai salah satu negara terbesar di
Asia Tenggara, selalu menarik perhatian investor asing. Namun, tahun politik
dengan kampanye pemilihan umum dan perubahan politik yang mungkin terjadi
membawa ketidakpastian yang signifikan bagi aliran investasi asing. Andry
mengatakan para investor memilih untuk menunda melakukan investasi sampai
Pemilu selesai karena adanya faktor wait and see. Sebagai informasi, realisasi
investasi Indonesia di 2018 mencapai Rp721.3 triliun atau hanya bertumbuh 4%
dibanding tahun sebelumnya. Bahkan angka tersebut meleset dari target
pemerintah dimana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
menargetkan sebesar Rp765 triliun.
Investasi
asing telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia
dalam beberapa tahun terakhir. Aliran modal asing telah mengalir ke berbagai
sektor, termasuk manufaktur, infrastruktur, dan teknologi. Ini telah membantu
menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di
tingkat global.
Penanaman
Modal Asing (PMA) di Indonesia menunjukkan tren menurun saat pelaksanaan
Pemilu. Hal itu disebabkan oleh investor asing cenderung khawatir terhadap
kondisi politik di suatu negara. mengapa terjadi kekhawatiran? karena ketika
adanya pemilihan ketua baru pada suatu negara pasti adanya ekspektasi kebijakan
baru. Sehingga investasi asing ini cenderung lebih concern dari domestiknya.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, penurunan PMA itu pun
merupakan suatu sikap sangat lumrah terjadi. Terlebih lagi, investor asing
dinilai lebih rasional dalam berinvestasi.
Tantangan
politik selama tahun politik dapat memiliki dampak signifikan pada investasi
asing. Ketidakpastian seputar kebijakan yang mungkin berubah, kampanye
pemilihan yang sengit, dan kemungkinan perubahan kebijakan perdagangan
internasional semuanya dapat membuat investor lebih berhati-hati.
Tantangan
politik ini harus diatasi agar aliran investasi asing tetap berkelanjutan.
Untuk
menjaga prospek ekonomi yang positif di tahun politik, pemerintah Indonesia
perlu mempertimbangkan langkah-langkah berikut
1. Ketegasan
Kebijakan: Pemerintah perlu menjaga kebijakan
ekonomi yang jelas dan konsisten untuk mengurangi ketidakpastian di kalangan
investor.
2. Investasi
dalam Infrastruktur: Melanjutkan investasi
dalam infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan daya saing ekonomi.
3. Pemberdayaan
Sektor Domestik: Mendorong pertumbuhan sektor-sektor
ekonomi domestik untuk mengurangi ketergantungan pada investasi asing.
Sumber :
1. Badan
Pusat Statistik (BPS). (2022). "Statistik Neraca Pembayaran Indonesia
2021." Jakarta: BPS.
2. Kementerian
Keuangan Republik Indonesia. (2022). "Proyeksi Ekonomi Makro Indonesia
2022." Jakarta: Kementerian Keuangan.
3. Bank
Indonesia. (2021). "Laporan Perkembangan Ekonomi Indonesia." Jakarta:
Bank Indonesia.
4. Kementerian
Perdagangan Republik Indonesia. (2021). "Indonesia Trade Statistic
2021." Jakarta: Kementerian Perdagangan.
5. Pusat
Investasi Pemerintah Republik Indonesia. (2020). "Panduan Investasi
Indonesia 2020." Jakarta: Pusat Investasi Pemerintah.
6. Direktorat
Jenderal Pajak Republik Indonesia. (2021). "Annual Taxation Statistics
2020." Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak
7. https://jabarprov.go.id/berita/tahun-politik-2024-literasi-politik-berbasis-digital-8395
10. https://www.idxchannel.com/economics/ini-penyebab-investasi-asing-di-ri-turun-saat-pemilu
Komentar
Posting Komentar